Langsung ke konten utama

Postingan

[REVIEW] SPORA

Judul: SPORA Penulis: Alkadri Penyunting: Dyah Utami Sampul: Fahmi Fauzi Penerbit: Moka Media Halaman: 238 + vi Tahun cetak: Oktober 2014
Spora bercerita tentang teror di sebuah sekolah yang disebabkan oleh sebuah jamur jahat yang sengaja diimpor dari hutan tropis di Brazil. Kematian demi kematian dimulai begitu tim KIR sekolah pulang dari sebuah konferensi ilmiah di Brazil dan beberapa oknum membawa spora jamur dari negara itu ke Indonesia. Tanpa sengaja, seorang anak KIR menemukan spora jamur itu dan membukanya hingga tersebar dan menginfeksi seluruh sekolah. Alif, seorang anggota OSIS sekolah yang selalu berangkat sekolah paling pagi menemukan sesosok mayat di lapangan basket dengan kondisi yang mengerikan, kepala pecah berkeping-keping. Kematian demi kematian mengikuti setelah itu, dan sialnya selalu Alif yang menemukan untuk pertama kalinya, hingga polisi sempat mencurigai Alif terlibat dalam rangkaian kematian mengerikan itu. Bagaimana nasib Alif dan seisi sekolah selanjutnya? Silakan b…
Postingan terbaru

[Review] Gadis 360 Hari yang Lalu

Judul: Gadis 360 Hari yang Lalu Penulis: Sayfullan, dkk. Penerbit: deTEENs (Diva Press Group) Tebal: 376 Halaman Tahun terbit: Juni 2014
"Gadis 360 Hari yang Lalu" adalah kumpulan cerpen karya alumnus terpilih #KampusFiksi angkatan 1-5 yang dikumpulkan dalam #KampusFiksiEmas. Banyak penulis dalam antologi ini yang sudah melahirkan novel pribadi, sebagian besar, setahu saya. Saya ngasih 3.5/5 sebenarnya, tapi saya bulatkan ke atas menjadi 4 di goodreads.com. Cerpen-cerpen yang ada di antologi Gadis 360 Hari yang Lalu ini memiliki satu kesamaan, yaitu mengangkat kearifan lokal dari sudut-sudut wilayah Indonesia. Beberapa tempat mungkin sudah cukup dikenal, tapi beberapa tempat mungkin sangat baru bagi pembaca. Oke, tanpa berpanjang-panjang lagi, mari kita mulai komentar-komentar tentang kumcer ini...

[Review] Immortality of Shadow

Judul: Immortality of Shadow: Ratapan Kematian di Boonville Penulis: E. Rows Penerbit: Diva Press Tebal : 263 Halaman Tahun Cetak: September 2014
3/5 untuk novel ini: ☼☼☼ Ini adalah novel horor pertama yang saya baca. Saya tidak pernah tertarik untuk membaca novel horor, karena saya tergolong orang yang anti horor (ngaku aja penakut, hehehe...). Tapi, karena novel ini adalah oleh-oleh dari ajang #KampusFiksi9, maka tetap saya lahap novel ini, meski bacanya hanya kalau siang hari, hehehe... Untungnya *napas lega* novel ini nggak serem-serem amat :v Secara keseluruhan, premis novel ini sudah sering saya temui di beberapa film horor barat yang sempat saya tonton. Tentang sekeluarga yang pindah ke sebuah rumah angker yang menyimpan masa lalu kelam, dan mulai mendapat teror dari 'penghuni' rumah itu. Ya semacam itulah. Oke, langsung saja kita mulai review nggak jelas ini.

[Review] Morning, Gloria

Judul: Morning, Gloria Penulis: Devi Eka Editor: Floria Aemilia Desain cover: Aan Retiree Penerbit: deTEENs (Diva Press Group) Tebal: 310 halaman Tahun cetak: April 2014
Sebenarnya saya sempat ragu untuk nulis review ini, karena mungkin akan banyak kata yang menyinggung nantinya. Tapi, tak apalah. Siapa tahu bisa jadi koreksi untuk penulisnya. Secara keseluruhan, saya kurang suka dengan Morning Gloria (MG). Ada terlalu banyak hal yang kurang sreg bagi saya, jadi dengan terpaksa saya hanya bisa kasih nilai 2/5 untuk MG. Oke, tak perlu berpanjang lebar lagi. Mari kita mulai review MG ala saya ini.


[Review] Partitur Dua Musim

Judul: Partitur Dua Musim Penulis: Farrahnanda Editor: Itanovid Desain cover: Aan Retiree Penerbit: deTEENs (Diva Press Group) Tebal: 347 halaman Tahun cetak: April 2014
Kalimat pembuka untuk review ini: sulit bagi saya untuk tak menyukai novel ini. Partitur Dua Musim (PDM) benar-benar digarap dengan kesungguhan yang luar biasa. Dilihat dari halaman terima kasih saja sudah kerlihatan seberapa niat Farrahnanda melakukan riset untuk menggarap novel ini. Rasanya tak berlebihan jika kemudian saya memberi nilai 4/5 untuk PDM. Oke, mari kita mulai ulasan agak tak penting ini.

[Cerpen] Panel-Panel Rahasia

Panel-Panel Rahasia
by Dwipatra
Aku tancapkan kunci dan kuakkan pintu itu tergesa-gesa. Macet. Tidak beringsut. Batin dan benakku mengumpat, yang langsung disuarakan oleh mulutku, “Sial!” Kutarik anak kunci itu dan kucoba lagi. Dengan usaha yang lebih keras, akhirnya bunyi klik lembut terdengar. Kelegaan membanjir. Langsung saja kudorong dengan lembut pintu loker logam yang sudah berkarat di mana-mana itu, seakan bunyi sekecil apa pun akan meneriakkan rahasia besar yang kini tersimpan nyaman di ranselku. Sialnya, sepelan apa pun aku memperlakukan pintu karatan ini, engsel tuanya tetap berkeriut mengerikan. Kutengok kanan-kiri sebelum aku memasukkan benda dari dalam ranselku ke lemari itu. Menyelidik, memastikan tak ada seorang pun yang tengah memperhatikanku. Bahkan, keluargaku sekali pun. Yah, sebenarnya, memang keluargakulah yang tengah kuhindari saat ini. ***

[Cerpen] Duka Hades

Cerita sebelumnya: Panggung Boreas
Duka Hades
by Dwipatra
Namaku Calista, mungkin kalian sudah sering mendengar namaku dari Bastien. Aku punya sedikit kisah tentang musim semi untuk kalian, namun ini bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang lara dan duka.

Dulu, saat aku kecil, ibu selalu bercerita padaku bahwa musim dingin muncul karena sang dewi kesuburan, Demeter tengah berduka. Persephone, putri tunggalnya diculik oleh Hades sang dewa kematian. Luka hati Demeter yang begitu dalam membekukan segalanya. Langit cerah tiba-tiba disaput awan, air danau yang melenggak-lenggok terayu angin seketika itu membeku, tetumbuhan tak kuasa menunjukkan tunasnya. Kehidupan menjadi beku, dingin, dan sepi.